Menjadi guru merupakan hal yang tak terpikirkan olehku tak terbesit dalam benaku maupun anganku, pbaik setelah aku lulus SMA tetapi pada saat aku mendalami agama belajar kitab ta'lim muta'alim, fatqul qorib aku menjadi berfikir kemuliaan seorang manusia ialah ia yang mempunyai ilmu dan bermanfaat bagi orang lain. disitu aku mulai membangun cita-citaku, memutuskan kuliyah setelah empat tahun lulus dari SMA adalah hal yang berat bagiku aku harus muali belajar kembali dari nol dan membagi waktu kuliyah dan bekerja
Awal mula kuliyah aku harus beradaptasi kembali dengan teman baru yang jarak usianya lebih muda dariku beradaptasi dengan pelajaran, harus berani sekedar meyampaikan pertanyaan atau pendapat pada saat diskusi kelompok, hal tersebut membuatku kagok dan harus melatih diriku agar lebih berani adalaha pada saat tampil presentasi, agar aku lebih berani dan memperluas petemanan kemudian aku memutuskan untuk masuk BEM atau badan eksekutif mahasiswa, disitu banyak hal dan pengalaman yang ku peroleh dari aku berani meyampaikan pendapat pada saat diskusi, menghendel berbagai acara kampus disitulah timbuil rasa percaya diri dan semakin banyak aku memberikan sambutan-sambutan
Di semester 7 aku memberanikan diri untuk menjadi gru dengan menjadi guru badal di sebuah madrasah Ibtida'iyah Sirojul Ulum di daerah semanding tertek pare kediri dilembaga MI ini aku banyak belajar dan mengasah kemampuan mengajarku untuk mencari pengalaman sekaligus mencari bahan untuk tugas akhirku yaitu penulisan skripsi di semester delapan sampai kemudian lulus di tahun 2015.
Empat tahun berselang yaitu pada tahun 2019 mendapat undangan menjadi peserta pretes PPG (Pendidikan Profesi guru) dan lulus pretes dan mendapat penempatan di UIN Maulana Malik Ibrahim di malang, pendidikan selama 5 bulan dengan sistem 3 bulan online dan 2 bulan dengan sistem lokakarya di UIN Maliki sampai akhirnya ujian akhir UP dan harus bersedih karena belum bisa lulus ujian akhir UP dan disitulah kemudian berjuang sekeras-kerasnya dan bangkit kembali membangkitkan semangat untuk berjuang untuk ujian Retaker pada februari 2020 dan akhirnya maret 2020 dinyatakan lulus ujian UP (ujian Pengetahuan).
Pada tahun 2021 dibukalah formasi besar-besaran penerimaan ASN PPPK oleh pemerintah yaitu sebanyak satu juta guru di seluruh indonesia dan salah yang bisa mandaftar yaitu lulusan PPG, kemudian atas dukungan teman-teman memberanikan untuk mendaftar PPPK dan mendaftar formasi di SDN Dungus 2 yang lain tidak bukan adalah tempatku sekolah dahulu dan sekolah ini sangat dekat dengan rumah, setelah melaksanakan Ujian PPPK keluarlah nilai yang begitu jelek dari 100 soal teknis hanya bisa menjawab separuhnya saja, tapi atas kuasa Yang Maha Esa terto;ong oleh serdik sehingga nilai UP 100% sehingga dinyatakan lulus dan mendapat formasi. Tahun 2022 keluarlah SK Bupati mendapatkan amanat sebagai ASN PPPK sebagai Guru Ahli Pertama Guru Pendidikan Agama Islam di SDN Dungus 2 di desa Dungus Kecamatan Kunjang, menjadi guru adalah bukan cita-cita ku waktu kecil tapi menjadi guru membuatku lebih bermanfaat untuk orang lain dan sebagai ladang investasi akhiratku kelak, menjadi guru tugasnya tidak hanya mengajar tetapi juga belajar, belajar mengembangkan diri setiap saat dan setiap waktu untuk menjadi guru profesional menjadi guru terbaik bagi anak didiknya dan mengantarkan mereka kedepan pintu gerbang kesuksesan
Komentar
Posting Komentar